Penyakit umum balita
source: fitpregnancy.mdpcdn

Baruterus.com –  Apa yang Ibu rasakan ketika si Kecil sakit? Pasti setiap orang tua akan merasa khawatir ketika anaknya sakit. Biasanya penyakit umum balita yaitu demam, batuk, ruam, sakit perut, diare, dan sebagainya. Penyakit-penyakit tersebut pasti menyebabkan anak tidak bisa bermain seperti biasanya dan rewel. Karena ingin anaknya cepat sembuh, kebanyakan orang tua akan memberi anaknya berbagai macam obat-obatan. Obat biasanya dikonsumsi untuk membantu menyembuhkan, meringankan, ataupun mencegah penyakit.

Lalu apakah pemberian berbagai macam obat-obatan akan berdampak baik kepada anak dan mendatangkan kesembuhan? Atau bahkan sebaliknya? Berikut adalah efek yang ditumbulkan apabila seseorang terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan.

  1. Kerusakan  ginjal

Ginjal adalah organ yang akan menyaring darah serta obat-obatan yang diangkut oleh darah. Terlalu banyak mengonsumsi obat menyebabkan tertumpukna ampas-ampas obat atau sisa racun sehingga terjadi gagal ginjal di kemudian hari. Selain itu, gangguan lain yang mungkin terjadi adalah kencing batu dan nekrosis ginjal. Oleh karena itu, sebaiknya ketika ibu memberikan obat kepada si Kecil beri obat tersebut bersama air. Beri juga banyak  air putih untuk kesehatan ginjalnya.

  1. Kerusakan panca indra

Mata, hidung, kulit, telinga, dan lidah meruapakan lima panca indra manusia. Beberapa obat memyebabkan efek samping dalam jangka waktu pendek seperti kesulitan mendengar, pandanagn kabur, ruam kulit, hingga hilang rasa. Namun beberapa obat juga memiliki eek jangka panjang pada panca indra. Contohnya, mengonsumsi antihistamin dengan efek jangkka panjang dapat merusak penglihatan dan pendengaran. Antibiotik juga ternyata menyebabkan masalah panca indra di kemudian hari seperti rabun, katarak, masalah indra pengecapan, bahkan tuli.

  1. Berkurangnya sistem imun

Ampas dari obat-obatan atau sisa racun yang ada di dalam tubuh manusai tidak akan bersih total setelah dikeluarkan melalui keringat dan urin. Oleh karena itu, obat-obbatan yang dikonsumsi oleh manusia sebenarnya juga adalah racun dalam tubuh. Ketika kita meminum obat terlalu banyak, maka sistem imun pun bisa jadi tidak dapat menetralisir. Sistem imun juga kan terganggu dan perlahan berkurrang efektivitasnya dalam menangkal zat asing.

  1. Resistensi bakteri

Resistensi bakteri disebabkan karena pemakaian antibiotik yang tidak sesuai. Hal ini menyebabkan bakteri tidak akan meman lagi dengan antibiotik tersebut. Oleh karena itu, berikan si Kecil antibiotik dengan dosis yang dianjurkan dan sesuai dengan petunjuk dokter. Bisa jadi saat tubuh terserang bakteri patogen, tidak ada lagi antibiotik yang mampu menyembuhkannya karena resistensi bakteri.

Reaksi alergi atau hipersensitive   

Reaksi alergi pada anak ini berlangsung dalam jangka waktu pendek atau panjang yang ditimbulkan oleh pemakaian obat-obatan golongan steroid, antihistamin, dan beberapa golongan antibiotik. Beberapa obat bahakan dapat menyebababkan alergi yang sebelumya tidak diderita oleh pengonsumsinya. Hal ini juga disebabkan karena sistem mun yang menurun.

Ketegantungan

Ketergantungan terhadap suatu obat merupakan hal yang sering terjadi. Terkadang ketergantungan ini dikarenakan sugesti atau peyalahgunan obat-obatan seperti penggunaan obat  psikotropik. Contoh sugesti yang sering terjadi adalah menganggap hanya cocok atau bisa sembuh dengan satu merek obat.

Merubah kebiasaan

Beberapa obat juga menyebabkan efek jangka panjang seperti merubah kebiasaan BAB, pola makan, pola tidur, bahkan menyebakan keletihan.

Pegeroposan tulang

Ibu sering memberi si Kecil antibiotik? Ternyata penggunaan antibiotik sejak kecil dapat memberikan dampak buruk pada si kecil di kemudian hari. Contohnya, kuku mudah patah, gigi keropos, dan biasanya terjadi pegeroposan gigi dan tulang di usia senjanya.

Demikianlah efek yang ditimbulakan apabila si Kecil terlalu banayk diberi obat. Jadi mulai sekarang jangan sedikit-sedikit memberi anak obat ini itu. Sebenarnya penyakit umum balita dapat diatasi dengan memberi ASI lho, Bu.