stress saat hamil

Baruterus.com – Masa kandungan apapun bisa terjadi termasuk stress saat hamil. Perempuan berbadan dua yang tidak kena kejadian apapun saja bisa stress, bagaimana yang kena serang ? di bulan Ramadhan, tidak ada jaminan rasa ‘ledakan’ bisa dipendam. Terlepas dari puasa atau tidak, alangkah baiknya menghindari amarah guna menghormati bulan penuh suci ini walau kondisi seringkali bikin kesal.

Tidak ada yang aneh kalau perempuan bekerja di era modern. Di kota – kota besar, kebutuhan finansial terus meninggi seiring dengan inflasi. Pasangan dengan pekerjaan apapun setidaknya mulai realistis mencari mata pencaharian demi kebutuhan anak di masa depan. Namanya lingkungan kerja, kadangkala tidak selalu penuh gelak tawa.  

Atasan yang menyebalkan, komplain pelanggan, segala salah dilimpahkan pada bunda, beragam jalan bisa menyulut amarah. Baru mau berangkat saja, tekanan sudah menimpa ibunda lantaran jalanan macet, apalagi penduduk kota besar seperti Jakarta. Lantas, haruskah bunda memendam amarah yang membara ? Secara psikologis, marah dipendam itu ‘kan sumber stress juga. Apa pandangan Islam terhadap amarah ?

Riwayat Bukhari mengatakan seorang pria datang ke Rasulullah Sallahu Alaihi Wassallam untuk berkeluh kesah serta meminta nasihat, Rasul selalu berkata: “Jangan terbakar amarah”. Lelaki tersebut mengulang keluh kesahnya dan tiap kali Rasul menjawab dengan satu kalimat yang mengarahkan laki – laki tersebut ke peranggai lebih baik, yakni: “Jangan terbakar amarah”.

Riwayat diatas menjelaskan bahwa stress yang muncul bukan karena amarah tertumpuk melainkan karena amarah tidak ditangani. Rasul tidak meminta amarah dibiarkan begitu saja, alangkah baiknya ‘temui rasa amarah’ tersebut dan berdamailah dengan lebih baik. Tak perlu mencari nasihat ketika diri sendiri belum berdamai dengan amarah.

Tidak perlu merasa bersalah tiap rasa marah muncul. Memang, marah tidak memiliki fitur block, hanya bisa dikendalikan saja. Perlu diingat, jangan buru – buru meledakkan amarah ke sekeliling. Setiap kali ada ‘gesekan’ yang menggores hati segera berhenti dan pikirkan apakah amukan saya layak dikeluarkan ? Bahayakah bagi janin dan diri saya ketika saya meluapkan kekesalan ini sekarang ?

Waktu tidak dapat ditarik kembali. Allah SWT telah mencantumkan dalam kitab suci Al Qur’an bahwa Dia tak akan mengembalikan waktu. Pelampiasan amarah di waktu yang salah, pada orang yang bahkan tak pantas dimarahi bisa menimbulkan rasa bersalah. Beberapa perempuan mendapati penyesalan karena pelampiasan marah yang keliru justru memicu stress lebih cepat dibanding menumpuk luapan rasa marah itu sendiri.

Banyak orang mengira kekuatan terletak pada otot saja. Orang yang mampu angkat beban beratus kilo dianggap jagoan. Mungkin, pahlawan berkostum ketat sering dianggap manusia berkekuatan super. Salah besar. Seseorang yang jauh lebih berbahaya dengan kekuatan yang besar adalah orang yang mampu mengendalikan rasa marah. “Bukan pegulat tangguh layak dianggap jago, tapi Manusia terkuat adalah dia yang memiliki kontrol terhadap nafsu amarah” (Bukhari).

Bunda tentu lebih paham mengenai pentingnya menahan diri sebelum meledakkan amarah secara serampangan, lantas bagaimana cara atasi stress saat hamil bila marah muncul lagi ? Pada paragraf sebelumnya telah disebutkan mengenai berdamai dengan amarah, apa madsudnya ?

Perempuan terutama di saat mengandung umumnya memiliki akses ke perasaan jauh lebih baik dibanding jenis manusia lain. Naluri seorang ibu dalam diri mulai meluap dan makin sadar dengan apa yang dirasakan termasuk kala suasana hati tidak menyenangkan. Setiap kali nafsu marah membara segera berdamai dengan afirmasi.  

Afirmasi diciptakan guna menanamkan suatu keyakinan dalam diri, entah buruk maupun baik. Caranya mudah, pengguna afirmasi hanya membutuhkan suatu benda yang bisa mefleksikan bayangan seperti cermin atau kamera depan pada hand phone. Kala bunda berhasil menahan luapan, sekarang memadamkan luapan tersebut dengan bicara pada diri sendiri bahwa semuanya terkendali, hanya perasaan sesaat saja, wajar kok marah, tapi bunda lebih baik dari itu.

Dalam Islam, terdapat beberapa dzikir, doa, shalawat yang bertujuan menenangkan diri. Suatu penelitian membuktikkan kalau air mampu merespon kata – kata yang baik maupun jahat. Mengingat sebagian besar tubuh manusia adalah air, maka cara kerja doa juga demikian. Pilih saja doa kesukaan bunda dan baca setiap kali rasa tidak nyaman mendatangi bunda.

Tidak semua orang hapal doa maupun mampu membaca dzikir dalam waktu lama di kala hati gundah. Terdapat jalan untuk membuat tubuh tetap tenang dengan dzikir dan doa tanpa membaca secara manual. Era teknologi menjadikan Head phone / set dan alat pemutar musik bukan lagi barang mewah. Cukup beli CD berisi doa atau semacamnya dan dengarkan sambil rileks di kantor. Janin senang, ibu tenang.

Amarah ibarat api yang membara. Semakin dibiarkan maka nyalanya semakin merambat, dan menjadi kobaran besar itulah stress. Ketika afirmasi bukan jalan yang tepat, mungkin bunda tipe orang yang lebih memilih fisik. Air selalu berhasil mengalahkan panasnya api, maka berwudhulah atau minimal membasuh muka. Percikan air segar tidak hanya mengendurkan saraf – saraf tegang namun juga menjernihkan pikiran serta meredakan rasa marah.

Olah tubuh dapat membantu mengurangi rasa stress akibat marah atau sebab lainnya. Tenang, di bulan Ramadhan, olah tubuh yang dimaksud hanya peregangan ringan. Ketika duduk, kaki diluruskan, sambil mencium bau aroma terapi favorit. Lakukan gerakan – gerakan kecil di sela waktu agar tubuh terhindar dari stress saat hamil.