Susu soya
Sumber: adajerawat.com

Meskipun banyak ibu yang memberikan susu soya kepada bayi mereka yang baru berusia di bawah 6 bulan, bukan berarti cara tersebut tepat. Memang ada beberapa kondisi yang membuat memberikan susu tersebut menjadi pilihan yang tepat. Akan tetapi, bagaimana dengan kondisi ibu saat ini?

Aturannya sangat jelas. Bayi usia 0-6 bulan sebaiknya hanya diberikan ASI saja, bukan susu formula atau yang sering disebut dengan sufor. Namun, terkadang seorang ibu tidak bisa memberikan ASI dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, muncullah ide brilian. Memberikan susu soya.

Dan ternyata, ini menjadi solusi yang tepat. Setidaknya untuk jangka pendek. Apakah ada masalah yang bisa terjadi di masa yang akan datang?

Hal Yang Sering Terjadi Setelah Memberikan Susu Soya

Banyak ibu yang beralasan memberikan susu agar bayi tidak menangis dan kenyang. Mereka tidak tega melihat sang buah hati terus menerus menangis lantaran kelaparan. Mereka tidak bisa mencukupi kebutuhan ASI. Padahal, bayi yang baru lahir membutuhkan asupan gizi yang sangat banyak. Bukan gizi dari makanan atau susu tapi hanya dari ASI. Pasalnya, di dalam ASI, kandungan gizinya lengkap. Dan satu kandungan yang tidak ada di dalam susu merk apapun, yaitu antibodi. Kandungan inilah yang membuat bayi tidak mudah sakit atau menghindari bayi tiba-tiba meninggal.

Hal tersebutlah yang membuat dokter sangat tidak menyarankan seorang ibu memberikan susu soya. Apalagi setelah memberikan susu tersebut, sang ibu tidak lagi memberikan ASI. Ini bisa menjadi sangat parah. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, hanya dari ASI saja bayi mendapatkan antibodi. Dan antibodi ini bayi butuhkan untuk survive dan terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman.

Oleh sebab itu, ada bayi yang benar-benar disarankan untuk mendapatkan full ASI, bukan susu formula. Yaitu bayi prematur. Bayi ini berbeda dengan bayi yang lahir normal. Bayi prematur lebih rentan terhadap penyakit mengingat sistem kekelaban tubuhnya sangat rendah. Itulah mengapa bayi prematur disarankan untuk dirawat di ruangan khusus. Bahkan, ketika masih ada di rumah sakit, bayi prematur ditempatkan pada tabung yang bisa di setting suhunya. Ini juga dibutuhkan untuk menghindari bakteri yang bisa saja menyerang si kecil. Itulah mengapa pentingnya ASI agar sistem kekebalan tubuh bayi prematur semakin kuat dan ia bisa sehat layaknya bayi normal lainnya.

Terlepas dari hal tersebut, banyak yang salah dengan ibu-ibu yang akhirnya memberikan susu sofa untuk bayi. Awalnya, mereka menganggap susu tersebut sebagai pengganti ASI karena tidak terlalu banyak. Namun, justru lama kelamaan, ASI tidak keluar. Akhirnya, bayi sama sekali tidak mendapatkan ASI.

Kasus semacam ini sangat sering terjadi mengingat semakin jarang ASI diberikan maka produksi ASI semakin menurun. Sebaliknya, semakin sering ASI dikeluarkan, maka produksi ASI semakin bertambah.

Maka dari itu, sebaiknya ibu tetap memberikan ASI kepada sang buah hati. Pompa ASI ketika bayi sedang tidur. Dengan sering memompa ASI, maka produksi ASI bisa semakin lebih banyak.

Memilih Susu Soya Untuk Bayi

Bagaimana jika kondisi kesehatan ibu sangat tidak baik? Nah ini salah satu kondisi di mana dokter memperbolehkan bayi diberi susu formula soya. Ada beberapa ibu yang kondisinya melemah setelah melahirkan. Hal ini bisa saja disebabkan karena banyak faktor. Atau barangkali sang ibu mengalami kecelakaan sehingga tidak mungkin memberikan ASI kepada sang buah hati. Begitu juga ketika ASI sama sekali tidak bisa dikeluarkan.

Meskipun demikian, ibu harus hati-hati memilih produk susu. Setidaknya ibu harus tahu kriteria susu yang terbaik untuk bayi usia di bawah 6 bulan.

  1. Terbuat Dari Kedelai

Sekarang ini, ada susu yang tidak full terbuat dari kedelai. Sebaiknya, ibu pilih susu yang terbuat dari kedelai utuh. Biasanya, di label, terdapat istilah whole.

 

  1. Kandungan Lemak

Semua orang membutuhkan lemak, tak terkecuali bayi. Akan tetapi, kebutuhan lemak sangat sedikit. Maka dari itu, pastikan kandungan lemak dalam susu yang ibu beli rendah. Atau akan lebih baik jika ibu pilih susu yang nonfat atau tanpa lemak.

 

  1. Kandungan B12 Cukup

B12 merupakan kandungan yang berasal dari susu sapi. Sementara itu, susu kedelai tidak mengandung gizi tersebut. Namun, ada susu soya yang mengandung semua gizi yang dibutuhkan oleh si kecil, tak terkecuali B12 ini.

Dengan memberikan susu soya terbaik, setidaknya ibu bisa tenang. Hampir semua kandungan yang ada pada ASI didapatkan oleh si kecil, seperti protein, kalium, vitamin A, dan isoflavon. Hanya saja, tetap saja ASI yang terbaik apalagi ada kandungan antibodinya. Maka dari itu, sekalipun ibu memberikan susu, sebaiknya ibu tetap coba untuk memberikan ASI. Bukankah itu lebih bijak?

Perhatikan Jika Bayi Kolik

Pemberian susu karena ASI tidak keluar sering menjadi alternatif terbaik. Namun, terkadang ada efek negatifnya juga. Sebut saja kolik. Ini sebenarnya kondisi di mana bayi mengalami masalah pencernaan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bayi seharusnya mendapatkan ASI karena kandungan di dalam ASI lah yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh si kecil.

Bagaimana jika ia mendapatkan susu? Bukan tidak mungkin sistem pencernaannya tidak siap. Akhirnya, bayi kesakitan. Ini biasanya ditandai dengan menangis dalam waktu yang lama.

Namun, ibu tidak perlu khawatir. Kolik bisa sembuh dengan sendiriannya. Pada intinya, sistem pencernaan hanya butuh menyesuaikan dengan apa yang dikonsumsi. Tenangkan si kecil ketika mengalami kolik. Berikan susu soya yang terbaik agar risiko seperti ini lebih bisa dihindari.