anak cerdas
Source: Statusfan.com

Baruterus.com – Peranan kedua pihak; orang tua dan guru dalam dunia pendidikan saat ini sangatlah penting. Tugas mereka adalah sama-sama mendidik, membimbing dan membina anak-anak ini menjadi orang yang cerdas tidak hanya pengetahuan namun juga akal budi. Wali kelas pastilah senang apabila siswanya berprestasi. Begitu juga dengan kita sebagai orang tua ketika potensi anak kita bisa tergali dan berkembang penuh sehingga masa depannya cerah. Oleh karena itu alasanlah, maka orang tua dan guru dapat bekerja sama sehingga anak-anak ini bisa menjadi anak cerdas berkat hubungan baik orang tua dan wali kelas.

Sebaik-baiknya sebuah pendidikan yang direncanakan, tidak akan faedahnya bagi anak bila orang tua dan wali kelas tidak bekerjasama. Anak-anak perlu konsistensi baik dalam hal belajar, bermain dan juga terpenting nilai-nilai kehidupan di lingkungan terdekatnya yaitu rumah dan sekolah.

Mari kita bahas mengenai bentuk kerjasama antara guru dan orang tua biasanya yang terjadi :

  1. Wali kelas dan guru saling bertukar informasi. Wali kelas memiliki kewajiban untuk menginformasikan kepada orang tua setiap aktifitas yang terjadi di dalam ruangan kelas. Saat komunikasi terbangun antara guru dan orang tua, maka kita bisa saling memahami satu sama lain. Selain itu suasana belajar yang diterapkan di sekolah sama dengan di rumah dan akan membuat anak-anak nyaman belajar. Guru juga perlu mendapatkan informasi dari orang tua ketika anak-anak berada di lingkungan rumah. Misalkan; kesukaan anak-anak kita, karakter, tabiat dan kebiasaan.  apa saja yang anak-anak kita suka dan yang biasa mereka lakukan. Dari orang tua, guru aka memahami nilai-nilai kehidupan yang diterapkan di dalam rumah muridnya, sehingga guru juga bisa menghormati dan mendukung orang tua dalam kegiatan mengajar sehari-harinya.
  2. Guru perlu menyampaikan kepada orang tua akan kebutuhan-kebutuhan yang biasanya diperlukan anak dalam hal studi, seperti kemajuan anak ketika di sekolah. Sikap anak terhadap lingkungan sekitar bahkan mengenai adanya kegiatan belajar tambahan atau cara belajar yang tepat serta nyaman bagi setiap anak. Kadangkala, guru juga bisa menawarkan pelajaran tambahan bersifat personal sehingga anak-anak bisa mengejar ketertinggalan atau malah tergali potensi lebih dalam.
  3. Orang tua juga perlu menginfokan kebutuhan-kebutuhan anaknya yang perlu diperhatikan. Misalkan, anak sedang dalam kondisi fit atau sedang berduka dan sebagainya. Sehingga guru juga bisa membantu dan memperhatikan anak-anak pada saat-saat terberat mereka.

Catatan penting: sebagai orang tua, kita perlu mengetahui adanya batasan-batasan atas peranan wali kelas atau pendidik lainnya. Mereka bukanlah asisten yang bisa kita manfaatkan untuk melemparkan segala tanggung jawab atas setiap aspek pertumbuhan si anak. Mereka bukan tempat penitipan anak kita. Tanggung jawab mereka lebih terfokus mempersiapkan suasana dan mengajar anak-anak dengan segala hal yang berhubungan dengan pendidikan atau sekolah. Kita sebagai orang tualah yang perlu menghormati batasan-batasan seperti itu. Ketika kita memiliki sikap menghormati guru maka anak-anak akan mengikuti teladan kita dengan menghormati dan menghargai guru mereka.

Kita sebagai orang tua jangan merupakan peranan kita terhadap dalam pertumbuhannya terutama di area akal budi. Ingatlah, di dalam kurun waktu 24 jam, guru hanya bertemu anak tidak lebih dari setengah hari. Apalagi kalau anak-anak kita masih pra sekolah alias golden age, hampir sepanjang waktu mereka bersama kita. Jadi ayo para orang tua, mari kita menghormati para guru dan bekerja sama sehingga anak-anak kita bisa menjadi anak cerdas serta bertumbuh menjadi orang-orang yang sukses.