susu anak
Source: CMPA Support

Baruterus.com –  Kebanyakan masyarakat awam hanya tahu bintik merah yang muncul di kulit merupkana tanda alergi terhadap susu anak. Hal ini tentu sangat wajar karena inilah tanda yang paling sering muncul dan paling mudah untuk diketahui.

Sebenarnya, ada banyak sekali tanda anak mengalami alergi terhadap susu. Tidak hanya bintik-bintik merah pada kulit saja. Diharapkan, setelah ibu mengetahui informasi yang satu ini, ibu semakin waspada karena ibu sudah tahu tanda-tanda alergi susu anak.

Tidak hanya tanda-tandanya saja yang perlu ibu ketahui. Lebih dari itu, ibu juga harus mengetahui apa yang harus ibu lakukan saat anak mengalami alergi serta tindakan apa yang harus dilakukan agar hal tersebut tidak terjadi lagi.

Tanda Anak Alergi Susu

Susu baru boleh diberikan saat usia anak mencapai 1 tahun. Saat itu, si kecil membutuhkan tambahan nutrisi selain dari makanan dan juga ASI. Akan tetapi, hati-hati dalam memilih susu. Ketika baru pertama kali ibu memberikan susu balita, perhatikan efek yang terjadi. Jika terjadi gejala atau tanda alergi susu, maka hentikan dulu memberikan susu tersebut.

Selain bintik merah yang muncul pada kulit si kecil, tanda alergi terhadap susu lainnya adalah diare. Memang sangat sulit untuk membedakan diare karena susu dengan diare karena faktor lain. Akan tetapi, saat baru beberapa kali ibu memberikan susu kemudian anak mengalami diare, ada kemungkinan diare tersebut disebabkan oleh susu. Hentikan dulu untuk sementara.

Tidak hanya diare. Ada juga balita yang mengalami mencret. Bahkan, tak jarang balita berdarah ketika buang air besar. Ini bisa disebabkan kurang serat dan juga bisa disebabkan alergi terhadap susu anak.

Ada juga anak yang mengalami flu saat terkena alergi susu. Semua tanda-tanda ini harus ibu ingat. Jika tanda tersebut muncul, langkah pertama yang harus ibu lakukan adalah menghentikan memberikan susu.

Haruskah Pemberian Susu Anak Dihentikan Selamanya?

Banyak orang tua trauma setelah melihat anak mereka mengalami alergi terhadap susu. Akhirnya mereka tidak mau lagi membelikan susu untuk si kecil.

Tentu tindakan ini kurang bijak. Bagaimanapun juga, susu mengandung nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Menghentikan pemberian susu selamanya bukan keputusan yang tepat. Seharusnya, penghentian memberikan susu itu dilakukan sementara saja. Jika alergi sudah hilang, ibu bisa coba lagi memberikan susu. Namun, akan lebih baik jika ibu coba susu yang beda dengan susu yang sebelumnya menyebabkan anak mengalami alergi.

Ada baiknya ibu mencoba memberikan susu Nestle NAN Kid pHPro 3. Mungkin saja si kecil lebih cocok mengkonsumsi susu yang satu ini. Untuk masalah kandungan, ibu tidak perlu ragu lagi. Kandungan nutrisi di dalam susu balita ini lengkap dan seimbang.

Mengapa Anak Alergi Susu?

Pertanyaan ini juga menyambung pertanyaan sebelumnya. Yang pasti, ibu sebaiknya menghentikan pemberian susu sementara saja, bukan selamanya. Karena alergi susu yang dialami oleh si kecil itu bersifat sementara saja.

Menurut para ahli kesehatan anak, alergi yang dialami oleh seorang anak itu disebabkan sistem kekebalan tubuhnya belum kuat. Ini bisa saja terjadi karena mengkonsumsi apapun, bukan hanya susu saja.

Memang ada juga yang menjelaskan alergi terhadap susu anak bisa saja disebabkan tubuh si kecil tidak bisa mencerna laktosa yang ada di dalam susu. Untuk kasus seperti ini, sebaiknya ibu memberikan susu yang rendah laktosa. Akan tetapi, sebenarnya, jika sistem kekebalan tubuh diperkuat, alergi terhadap makanan atau minuman apapun tidak akan terjadi, tak terkecuali terhadap susu anak.

Jadi, jelas kan ibu tidak perlu menghentikan pemberian susu selamanya. Sementara saja sampai alergi hilang sambil ibu fokus menguatkan sistem kekebalan tubuh.

Mencegah Alergi Susu Anak

Siapapun tidak ingin anaknya mengalami alergi. Oleh sebab itu, orang tua manapun akan sangat berhati-hati dalam memilihkan makanan ataupun minuman.

Begitu juga yang perlu ibu lakukan untuk mencegah alergi susu anak. Ibu tidak boleh asal-asalan dalam memilihkan susu. Ada baiknya ibu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Mintalah rekomendasi susu seperti apa yang baik untuk si kecil. Ibu bisa coba berikan susu merk tertentu terlebih dahulu lalu perhatikan reaksi yang terjadi. Jika muncul tanda-tanda alergi, ganti dengan susu yang lain.

Sebenarnya, jika ibu memilih susu dengan kandungan nutrisi seimbang, alergi ini bisa dihindari. Namun, ibu juga perlu terus memperkuat sistem kekebalan tubuh agar risiko alergi susu anak ini bisa benar-benar dihilangkan.

Selain memilih susu yang tepat dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, ibu juga perlu untuk memberikan ASI. Jika anak masih berusia di bawah 2 tahun, sebaiknya ibu tetap memberikan ASI. Di dalam ASI, terdapat antibodi yang sangat diperlukan oleh si kecil agar ia tidak mudah sakit.

Sekarang informasi tentang alergi susu sudah ibu ketahui secara lengkap. Ibu bisa share info ini kepada ibu-ibu yang lain. Jangan sampai para ibu menghentikan pemberian susu lantaran alergi yang dialami oleh anak-anak mereka.

Atau ibu bisa menjelaskan secara langsung kepada teman atau saudara yang mungkin ingin melakukan keputusan yang kurang tepat tersebut. Ibu bisa menjelaskan mulai dari mengapa alergi bisa terjadi. Memang kelihatannya penyebab alergi yang dialami oleh si kecil adalah susu. Namun, pokok persoalannya adalah sistem kekebalan tubuh yang tidak begitu kuat.