alergi pada bayi
Source: New Health Advisor

Baruterus.com – Alergi pada bayi bisa dibilang sebagian kecil dari kehidupan membesarkan si kecil. Namanya anak kecil dengan pertumbuhan masih pas-pasan sudah pasti wajar kalau alergi datang. Daya tahan tubuh anak masih sangat lemah, sehingga sumber gizi eksternal selain air susu bunda bisa menganggu kinerja tubuh. Ibarat bangunan, pita kuning tanda dilarang lewat belum diputus, sudah ada tamu yang masuk bikin tidak konsentrasi.

Namanya manusia, ada-ada saja yang bisa kejadian. Setiap tubuh berbeda sampai-sampai ilmu kedokteran harus belajar setiap harinya. Alergi langka pada bayi, misalnya. Reaksi jenis alergi entah darimana ini tak jauh berbeda dengan jenis alergi lainnya, acapkali sumber alergi malah tidak ketahuan. Dalam beberapa kasus, bayi sampai harus menanggung derita parah barulah ahli kesehatan, ayah, dan bunda menemukan biang kerok sebenarnya.

Beruntung sekali, dark ages atau tahun kegelapan sudah berakhir. Ilmuwan sudah mampu menemukan beberapa jenis alergi anak yang unik lengkap dengan gejalanya. Ayah dan bunda kini tak perlu lagi panik kalau bayi kerap alergi. Demi masa depan si kecil lebih cerah, bahagia, dan sukses, langsung saja, yuk, cek daftar alergi langka pada anak yang minimal ayah bunda harus tahu.

  1. Mangga
    Siapa sih, penduduk Indonesia yang tidak tahu mangga?Buah berwarna hijau diluar dan kuning pada bagian dalam ini cukup digemari karena rasanya yang tidak selalu sama, tapi modal kreativitas bangsa Indonesia, rasa apapun cocok dihidangkan. Misalkan saja, mangga belum matang dan asam saja bisa dijadikan kudapan enak seperti rujak. Kandungan vitamin C pada mangga serta potensi rasa manis pada beberapa jenis mangga kian tingkatkan popularitasnya.Sayangnya tidak semua bayi diberkahi kemampuan merasakan nikmatnya mangga. Alergi terhadap buah mangga ternyata bukan isapan jempol belaka. Kandungan uroishol dan antibody Ige menjadi pemicu utama masalah alergi makan mangga. Bahayanya lagi, lain dengan reaksi alergi lain, efek alergi mangga justru muncul selang beberapa waktu setelah makan mangga.Si kecil terlihat doyan saat makan mangga baru bermasalah kemudian memang perlu analisa. Jika kulit bayi memerah, gatal, dan mulut buah hati yang terlihat seperti terbakar. Tangisan dan raungan sudah pasti terjadi, tanpa ada sebab yang pasti. Kalau memang bayi baru saja makan mangga (tanpa ada jenis buah lain) beberapa menit lalu, ini saat yang tepat bagi bunda memeriksakan si kecil pada ahlinya.
  2. Daging merah
    Bahan makanan cukup mewah dan kerap direkomendasikan ahli kesehatan adalah daging. Ya, produk asal sapi, kambing, atau domba ini kaya akan zat besi. Belum tahu apa itu zat besi ? senyawa zat besi diperlukan tubuh guna memastikan kinerja darah tetap lancar, sehingga tubuh terasa lebih segar dan bekerja optimal. Kekurangan zat besi bisa berujung penyakit mengerikan seperti anemia dan kanker.Ternyata, tidak selamanya daging merah baik untuk bayi. Bukan masalah cara pengolahan daging merah namun kondisi bayi itu sendiri. Alpha galactose, gula yang ditemukan dalam daging merah, seringkali jadi sumber masalah alergi pada daging. Gejala yang biasa ditunjukkan adalah bersin berlebihan, iritasi, sampai dengan mual dan muntah.Berbeda dengan manga yang sulit sekali diatasi, minimalisir resiko alergi bisa dilakukan untuk daging merah. Pada kadar tertentu, senyawa dalam daging merah tidak akan mampu berfungsi dengan baik bila terkena panas tinggi. Jadi, usahakan orang tua memasak daging hingga benar-benar matang sebelum menghidangkan pada si kecil.
  3. Alpukat
    Bisa dibilang penghargaan buah segala umat Indonesia jatuh pada alpukat. Tekstur yang cukup creamydengan rasa pahit manis sangat cocok dipadukan dengan banyak hidangan. Bayangkan saja, mayoritas restoran di tanah air menyediakan jus alpukat atau malah makanan dengan alpukat di dalamnya. Bayi sekalipun bisa makan alpukat karena memang mudah dicerna.Alergi pada alpukat bukan lagi hal baru di kalangan kesehatan, walaupun memang tergolong alergi langka. Untung saja, gejala alergi alpukat lebih mudah dilihat dibanding daftar alergi yang sudah dijelaskan sebelumnya. Mulut bayi akan terlihat bengkak seolah digigit serangga diserta tangisan keras.Sebagian besar alergi pada alpukat tidak berhenti sampai disitu saja, melainkan berhubungan erat dengan latex. Segera jauhkan bayi dari segala pakaian atau bahan apapun dengan kandungan latex. Kedua, bagi orang tua yang terbiasa memberi alpukat namun mendadak bayi menunjukkan gejala alergi, bisa jadi bukan salah alpukat. Sebagian besar buah dibudidaya dengan petisida, dan tubuh bayi tidak selalu siap.

 

  1. Kacang wijen
    Tidak banyak orang tahu mengenai kacang wijen pada makanan. Umumnya kacang wijen dijadikan ‘penghias’ suatu makanan guna menambah rasa kriuk. Wajar saja, rasa kacang wijen terbilang hambar bahkan netral sehingga cocok dipadukan dengan apapun. Roti-roti di pasaran banyak memakai kacang wijen sebagai topping.Sekilas, tidak banyak bahaya yang terdapat pada kacang wijen. Nah, sayangnya, kacang wijen yang bahkan sekedar penghias saja bisa menimbulkan alergi pada bayi. Seperti namanya, wijen tidak lepas dari keluarga kacang, masuk akal bila gejala alergi sama persis dengan kacang. Kesulitan bernafas, disertai mulut yang serba bengkak hanya salah satu gejala paling jelas.

Masih banyak lagi jenis alergi yang belum diketahui. Sebagai orang tua, penting untuk tidak panic dan kendalikan situasi. Saat menyadari adanya alergi pada bayi yang tidak dikenal, ambil nafas, dan identifikasi solusi paling tepat. Atau ayah bunda bisa mencegah alergi terlebih dahulu.