Batuk pilek pada bayi
Source: Img.Webmd

Baruterus.com – Batuk pilek merupakan jenis penyakit yang paling umum dijumpai pada anak-anak hingga orang dewasa. Khusus anak-anak, terutama bayi di bawah lima tahun, rentan sekali terkena berbagai macam penyakit. Sistem imun yang masih dalam tahap perkembangan serta tubuh si Kecil masih harus melakukan penyesuaian atau adaptasi terhadap lingkungan. Untuk itu, ibu harus cermat memperhatikan gejala yang dialami, melakukan pencegahan dan menyiapkan obat-obatan alami di rumah.

Gejala batuk pilek pada bayi membuat tidak nyaman dan menyebabkan bayi menangis terus menerus. Demam, batuk, tidak nafsu minum, tubuh menjadi lemah, dan keluar cairan bening dari hidung serta kesulitan bernafas. Jika tidak segera ditangani dengan benar, batuk pilek dapat menimbulkan resiko kesehatan lainnya, seperti berat badan bayi yang sulit  naik.

Menurut penelitian, batuk pilek pada bayi dapat terjadi hingga 10 kali dalam setahun. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dengan cepat, pada kasus normal, dibutuhkan waktu sekitar 7-10 hari untuk sembuh. Obat yang aman dikonsumsi bayi penderita batuk pilek tidak sama dengan obat orang dewasa. Obat batuk pilek pada bayi harus sesuai dengan sistem kekebalan tubuh dan pencernaan, serta sistem organ penting lainnya yang masih dalam tahap tumbuh kembang.

 

Berikut ini, pengobatan secara alami yang bisa Ibu lakukan di rumah sebagai pilihan alternatif obat batuk pilek pada bayi :

  1. Air Susu Ibu (ASI)

ASI merupakan makanan sekaligus minuman pokok terutama bagi bayi usia di bawah 6 bulan. Sebenarnya bayi tidak memerlukan obat-obat kimia, karena ASI sudah mengandung antibodi. Antibodi ini yang sanggup melawan mikroorganisme seperti virus dan bakteri yang menyerang kekebalan tubuh si Kecil. Dengan memberikan ASI maka asupan cairan dalam tubuh bayi akan terus terjaga, memberikan keseimbangan tubuh dan mencegah dehidrasi.

  1. Larutan Salin (Garam Fisiologis)

Larutan salin berguna untuk mengeluarkan lendir yang telah mengering di hidung bayi. Caranya addalah dengan meneteskan larutan salin tersebut ke dalam rongga hidung bayi dengan bantuan pipet. Hati-hati saat melakukannya ya, Bu. Biasanya bayi akan refleks menggerakkan kepalanya, jaga posisi kepala bayi agar larutan salin tidak keluar lagi. Isap kembali larutan salin yang telah mencairkan lendir kering dengan bantuan pipet tadi. Laritan salin bisa Ibu dapatkan di apotek terdekat. Mintalah petunjuk dokter mengenai cara dan dosis pemakaiannya.

  1. Madu

Madu dapat membantu bayi tidur dengan nyenyak saat batuk pilek menyerang. Kandungan anti-bakteri dan anti-oksidan akan meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh. Selain itu madu juga bisa meredakan batuk, radang tenggorokan, membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan.  Namun harus diingat, madu hanya boleh diberikan pada bayi berusia 1 tahun ke atas.. Rasa manis pada madu sangat disukai, sehingga tidak akan sulit memberikannya. Pilihlah madu alami yang memiliki warna yang gelap, karena mengandung anti-oksidan yang tinggi.

  1. Bawang Putih

Bawang putih dapat dijadikan dekongestan alami. Dekongestan adalah obat yang dapat membantu mengurangi radang dan produksi lendir berlebih. Caranya sangat mudah, iris beberapa siung bawang putih, letakkan di piring dan dekatkan di sekitar tempat tidur bayi. Aroma bawang putih yang tajam mungkin bukan aroma terbaik, tapi kandungan sulfur dalam bawang putih akan menarik keluar lendir dari rongga hidung dan akan melegakan hidung yang tersumbat. Ingat ya Bu, jauhkan piring berisi irisan bawang putih ini dari jangkauan bayi Ibu.

  1. Jeruk Nipis

Untuk bayi yang sudah berusia 7 bulan ke atas, Ibu dapat membuat obat batuk dari jeruk nipis. Vitamin C dalam jeruk nipis akan meningkatkan produksi sel darah putih dan sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus dan kuman penyakit penyebab batuk pilek pada bayi. Sebelum diberikan pada bayi, kukus sebentar jeruk nipis, sekitar 10 menit. Campurkan dengan madu untuk mengurangi rasa asam dan membantu melegakan tenggorokannya..

  1. Lemon

Kandungan vitamin C dosis tinggi pada lemon akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi gejala batuk pilek pada bayi. Anti-bakteri dan anti-inflamasi akan mengurangi gejala radang tenggorokan, batuk dan menurunkan produksi lendir di hidung. Cara penggunaannya sama seperti jeruk nipis, yaitu dengan caa mengukus atau menyampurnya dengan air mendidih. Tambahkan madu jika bayi sudah berusia 1 tahun ke atas.

 

Selain obat alternatif untuk mengatasi batu pilek pada bayi seperti tersebut di atas, sebaiknya Ibu melakukan hal-hal berikut ini :

  1. Menggunakan humidifier

Humidifier adalah alat pelembab udara. Udara yang lembab membantu melegakan rongga hidung yang tersumbat dan memberi kenyamanan bernafas. Humidifier bisa dibuat sendiri dengan cara membuat air mendidih yqng ditaruh di kamar atau di kamar mandi dengan pintu tertutup rapat. Uap air mendidih akan segera memenuhi ruangan, biarkan bayi menghirup udara yang bercampur dengan uap air mendidih tadi. Sistem ini seperti yang digunakan pada ruang sauna atau spa bayi.

  1. Angkat kepala bayi agak tinggi atau tambahkan bantalnya saat tidur. Ini berguna untuk membantunya bernafas dengan nyaman dan mengeluarkan lendir di rongga hidungnya.
  2. Jauhkan bayi dari hewan peliharaan, terutama hewan berbulu panjang.
  3. Pindahkan mainan yang menyerap debu lebih banyak seperti boneka, jauhkan dari dekat tempat tidur bayi.
  4. Perhatikan baju yang dikenakan bayi, baju dan celana panjang merupakan pilihan  terbaik untuk menghangatkan tubuhnya.
  5. Jagalah kebersihan di seluruh rumah, terutama kamar tidur dan tempat tidur bayi.
  6. Cuci tangan sebelum menyentuh tubuh bayi Ibu.

 

Pada dasarnya, pengobatan batuk pilek pada bayi adalah dengan menjaga kualitas dan kuantitas pola tidur bayi. Perhatikan pula asupan nutrisi dan cairan yang masuk ke dalam tubuhnya agar keseimbangan dan kekebalan tubuh tertap terjaga. Ibu juga harus menjaga kesehatan, ya, supaya dapat merawat bayi Ibu dengan lebih baik lagi.