bayi merangkak
Souce: daily mail

Baruterus.com –Bayi merangkak adalah salah satu lompatan besar bagi anak. Awalnya hanya duduk sendiri, yang mana harus menopang badan bayi sekarang ditambah bergerak. Merangkak menyimpan banyak misteri yang bila ditilik cukup menarik. Supaya lebih jelas, yuk, simak Daftar pengetahuan seputar bayi merangkak berikut ini :

  1. Menarik kajian secara umum, bayi mulai belajar merangkak pada usia 7 sampai 10 bulan, ada bayi yang lebih cepat, ada pula yang lebih lambat. Secara medis, usia 7 hingga 10 bulan adalah usia dimana bayi sudah mampu berdiri sendiri tanpa bantuan. Bagian otot dan tulangnya sudah semakin kuat.
  2. Beberapa bayi mengejutkan orang tuanya. Di usia 4 bulan sudah bisa merangkak meskipun berjalan belum tentu bisa.
  3. Siapa bilang semua bayi normal akan merangkak? ternyata ada pula bayi yang tidak merangkak namun langsung tertatih tatih berjalan dengan berpegangan pada perabotan dan langsung belajar jalan di kemudian hari. Sakti juga, ya, bayi tipe satu ini. Kalau anak masih belum merangkak jangan buru – buru panik.
  4. Menurut dunia medis, apabila bayi tidak juga merangkak atau melakukan gerakan yang mengarah pada berjalan, adalah ketika si kecil menginjak usia 1 tahun. Terlebih jika ia bergerak hanya menggunakan 1 sisi badan, segera hubungi dokter.
  5. Fakta bayi merangkak yang patut diingat bahwa pada usia 1 tahun, seharusnya bayi sudah mampu berjalan atau setidaknya merangkak.
  6. Merangkak tidak hanya soal bergerak namun juga mengaktifkan beberapa fungsi otak seperti fungsi spasial. Fungsi spasial membuat bayi memahami konsep ruang dimana si kecil jadi tahu ada berapa dan seberapa jauh objek di sekitarnya.
  7. Walau terlihat mudah, merangkak justru lebih sulit bagi bayi. Merangkak harus mengaktifkan banyak fungsi tubuh yakni tangan, kaki, kepala, dan semacamnya. Koordinasi yang tidak pernah dilakukan oleh bayi sebelumnya membuat merangkak butuh waktu lebih lama.
  8. Kesulitan merangkak dan wajah imut bayi membuat ‘balapan merangkak’ jadi kompetisi yang anehnya populer. Peserta bayi merangkak tidak hanya melibatkan bunda dan bayi, bahkan ayah dan bayi bisa ikutan.
  9. Jepang memecahkan rekor peserta bayi merangkak yakni sebanyak enam ratus enam belas peserta. Cina terpaksa mundur setelah hanya mencapi empat ratus peserta bayi merangkak.
  10. Cara tradisional justru mempercepat perkembangan bayi. Menggendong bayi sambil bunda berjalan jalan ternyata memiliki efek bagus. Catatan, cara menggendongnya adalah menumpu bayi pada kain yang diikat pada leher ibu. Dengan menggendong bayi menggunakan bedong, secara tidak langsung, bayi harus mengangkat kepala untuk melihat kondisi sekitar.
  11. Perlu diingat, meski membedong bayi bisa memperkuat otot, sebenarnya kegiatan ini sama dengan gym untuk orang dewasa. Bayi masih lemah, jangan terlalu memaksanya kalau tidak ingin si kecil berakhir di mbok pijat. Sediakan waktu sejam dalam sehari saja kalau memang bayi tahan.
  12. Mainan mudah seperti ayah atau bunda Pura pura saja jadi ‘monster’ lucu yang sedang mengejar si kecil, buat si kecil tertawa dan melarikan diri dari ‘monster – monsteran’. Atau permainan paling simpel seperti ‘ciluk ba’ bisa mendorong bayi untuk semangat bergerak. Gerak kecil bisa berujung merangkak.
  13. Tradisi menjemur bayi di pagi hari ternyata banyak berguna. Dengan mengajak bayi keluar saat pagi sebelum jam 9, tubuh bayi menyerap banyak vitamin D yang berguna untuk pertumbuhan tulang. Tulang yang kuat berarti siap berjalan.
  14. Kelamaan berdiam di mobil bisa bikin bayi terlambat merangkak. Termasuk di dalamnya duduk manis di kasur bersama mainannya. Pancing bayi untuk bermain bola, atau membelikan trampolin (dengan pengawasan orang tua) supaya bayi mau bergerak.
  15. Tidak semua bayi mau diam belajar merangkak sendirian di matras atau lantai. Jika anda menaruh bayi untuk waktu merangkak dan bayi langsung menangis, pasti ada yang salah atau bayi tidak ingin ditinggal.
  16. Mainan di seluruh dunia, semahal apapun suatu barang tidak bisa menggantikan peran orang tua. Luangkan waktu lebih banyak untuk mengatasi bayi tipe satu ini.
  17. Ada cara menjalin kasih sayang sambil mendorong bayi bergerak. Berbaring dan taruh bayi diatas anda dalam posisi bayi tengkurap. Dengan cara ini bayi merasa lebih aman karena dapat merasakan sentuhan dan mampu melihat sambil berolah raga. Konsep yang sama diterapkan pada metode bedong.
  18. Mencegah bayi merasa bosan pada sesi ‘belajar merangkak’ dengan sediakan mainan favorit di sekitar bayi. Mainan bisa mendorong bayi untuk merasa perlu bergerak, dan juga menurunkan kemungkinan bayi merengek terlalu sering pada saat belajar.
  19. Mobil luncur, bola pantul, dan mainan bergerak semacamnya akan sangat membantu bayi dalam belajar merangkak. Usahakan mainan tersebut bisa menyala dan bersuara karena mendorong hasrat bayi untuk mengejar.
  20. Mengejar mainan membantu mempercepat proses belajar merangkak sekaligus meningkatkan kemampuan visual. Bayi mampu melihat lebih luas namun juga lebih fokus terhadap sesuatu.
  21. Cepat atau tidaknya proses merangkak tidak menentukan normal atau tidaknya kondisi bayi, sehingga sebagai orang tua tidak seharusnya anda mendorong atau memaksa bayi agar cepat merangkak.
  22. Kebanyakan orang memandang merangkak soal fisik saja. Secara mental, bayi merangkak bukan sekedar kebahagiaan orang tua namun juga timbul rasa percaya diri si kecil bahwa dirinya bagian dari orang dewasa.