bintik merah pada bayi
Source: WhatToExpect

Baruterus.com – Bintik merah pada bayi adalah hal yang biasa terjadi. Kulit bayi yang sangat sensitif menjadi salah satu penyebab utamanya. Artinya kulit sensitif bayi sedang beradaptasi dengan lingkungan baru di sekitarnya. Pada tahun pertama kelahirannya, kulit bayi sangat rentan terhadap gangguan-gangguan apapun. Hal inidikarenakan lapisan kulit pada bayi belum sempurna. Kulit bayi sangat tipis, ikatan antara sel-selnya lemah, mempunyai pigmen yang lebih sedikit, dan juga belum bisa mengatur suhu tubuh seperti kulit orang dewasa.

Kemerahan pada kulit bayi, biasanya merupakan salah satu gejala alergi. Ada anggapan konsumsi susu adalah penyebab alergi pada bayi. Selain itu ada pula mitos yang mengatakan alergi dikarenakan makanan tertentu. Anggapan dan mitos tersebut tak sepenuhnya keliru karena memang ada bayi yang mengalami alergi karena minum susu ataupun mengonsumsi makanan tertentu, namun itu bukan satu-satunya penyebab munculnya ruam pada bayi.

Ibu perlu tahu bahwa ada banyak penyebab timbulnya bintik merah pada kulit bayi selain susu dan makanan. Dengan mengetahui penyebab munculnya bintik merah pada bayi, tentunya Ibu bisa segera mencegahnya. Berikut sepuluh penyebab dan cara pencegahannya,antara lain :

  1. Adanya bakat alergi

Apabila salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi, maka risiko bayi menderita alergi sebesar 25-60 %. Jauhkan anak dari pencetus alergi adalah cara efektif mengatasi alergi.

  1. Faktor makanan

Alergi paling sering ditimbulkan oleh protein pada susu sapi yang terdapat dalam susu formula, telur, seafood dan kacang-kacangan. Ibu sebaiknya mengingat makanan apa saja yang menimbulkan alergi pada bayi, baik yang dikonsumsi langsung atau melalui ASI.

  1. Biang keringat

Sumbatan pada pori-pori kulit bayi yang dapat biang keringat. Kenakan baju bayi yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat seperti katun, tidak terlalu sempit dan tidak berlapis-lapis. Pastikan sirkulasi udara dalam kamar baik.

  1. Ruam popok

Agar tidak terjadi ruam popok, Ibu harus sering mengganti popok terutama jika selesai buang air besar.

  1. Jerawat bayi

Penyebab jerawat bayi adalah sisa hormon yang terbawa oleh bayi sejak masih dalam kandungan. Walaupun jerawat ini akan hilang dengan sendirinya ketika bayi berusia di atas tiga bulan, Ibu sebaiknya rajin membersihkan dan mengeringkan wajah bayi menggunakan handuk berbahan lembut.

  1. Eksim bayi

Eksim bayi biasanya disebabkan sisa ASI, susu formula, makanan bayi atau air liur yang tidak segera dibersihkan dari kulit bayi. Segera bersihkan wajah bayi sehabis kontak dengan ASI atau susu formula.

  1. Gigitan serangga

Gigitan serangga dapat memicu reaksi alergi. Oleskan minyak kayu putih, minyak telon atau minyak tawon untuk mengurangi bengkak dan menghindari gigitan serangga berikutnya.

  1. Debu rumah

Secara rutin bersihkan rumah. Gunakan alat penghisap debu untuk menyedot debu pada karpet dan boneka..

  1. Kutu busuk

Gigitan kutu busuk memberikan gejala yang mirip dengan bekas gigitan serangga. Cuci sprei, sarung bantal, selimut dengan teratur dan sesekali jemur bantal, guling, dan kasur agar kutu busuk serta larva di dalamnya mati.

  1. Virus

Campak bayi merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Gejala yang timbul demam tinggiselama beberapa hari disertai rewel, kehilangan nafsu makan dan cepat mengantuk. Setelah demam hilang akan muncul bintik merah pada kulit. Turunkan panas dengan meminum obat penurun panas yang aman untuk bayi. Kompres anak dengan  air hangat, beri bayi banyak cairan, bisa berupa ASI, air putih atau oralit. Bila kesadaran menurun dan bayi mengalami kejang, segera bawa berobat ke dokter.

Apabila bintik merah pada bayi semakin parah dan Ibu tidak dapat mengetahui penyebabnya, Ibu harus segera konsultasikan kepada dokter anak guna mendapatkan diagnosis yang tepat baik penyebab maupun pengobatannya.